Malaria
Pernisiosa-Plasmodium Ovale |
Malaria Pernisiosa di sebabkan oleh parasit
Plasmodium ovale. Penyakit yang disebabkan infeksi parasit Plasmodium ovale ini
disebut juga “malaria tertiana ringan” dan merupakan parasit malaria yang
paling jarang pada manusia. Biasanya penyakit malaria Pernisiosa ini tersebar
di daerah tropik, tetapi telah dilaporkan di daerah Amerika Serikat dan
Eropa.
Penyakit ini banyak dilaporkan
menjangkiti penduduk di daerah pantai Barat Afrika yang merupakan lokasi asal
kejadian. Kemudia penyakit berkembang ke daerah Afrika Tengah dan sedikit kasus
di Afrika Timur. Juga telah dilaporkan kasus di Philipina, NewGuenia dan
Vietnam. Plasmodium ovale sulit di diagnosis karena mempunyai kesamaan
dengan P. vivax.
Schizont
yang masak berbentuk oval dan mengisi separo dari sel darah hospes. Biasanya
akan terbentuk 8 merozoit, dengan kisaran antara 4-16. Bentuk titik (dot)
terlihat pada awal infeksi kedlam sel darah merah. Bentuknya lebih besar
daripada P. vivax dan bila diwarnai terlihat warna merah terang.
Gametocyr dari Plasmodium ovale
memerlukan lebih lama dalam darah perifer daripada malaria lainnya. Tetapi
mereka cepat dapat menginfeksi nyamuk secara teratur dalam waktu 3 minggu
setelah infeksi. Meski termasuk penyakit malaria yang paling langka, malaria
pernisiosa tidak bisa dianggap enteng karena dapat juga menyebabkan pada
kematian
Plasmodium Ovale
|
Tropozoit
|
|
|
tropozoit tua
|
tropozoit muda
|
Malaria
Tropika – Plasmodium falciparum
Malaria tropica adalah jenis penyakit malaria
yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falcifarum. Penyakit malaria tropica
disebut juga Malaria tertiana maligna atau malaria falciparum yang
merupakan penyakit malaria yang paling ganas yang menyerang manusia.
Daerah penyebaran malaria ini adalah daerah tropik dan sub-tropic. Malaria
tropica adalah pembunuh terbesar manusia di daerah tropis di seluruh dunia
yang diperkirakan sekitar 50% penderita malaria tidak tertolong.
Malaria tropika pernah dituduh sebagai penyebab utama terjadinya
penurunan populasi penduduk di jaman Yunani kuno dan menyebabkan terhentinya
expansi “Alexander yang agung” menaklukan benua Timur karena kematian
serdadunya oleh serangan penyakit malaria ini. Begitu juga pada perang Dunia I
dan II terjadinya kematian manusia lebih banyak disebabkan oleh penyakit
malaria ini daripada mati karena perang.
Seperti pada malaria lainnya, schizont exoerytrocytic dari P.
falciparum timbul dalam sel hati. Schizont robek pada hari ke 5 dan
mengeluarkan 30.000 merozoit. Disini tidak terjadi fase exoerytrocytic ke 2 dan
tidak terjadi relaps. Tetapi penyakit akan timbul lagi sekitar 1 tahun,
biasanya sekitar 2-3 tahun kemudian setelah infeksi pertama. Hal tersebut
disebabkan oleh jumlah populasi parasit yang sedikit didalam sel darah merah.
Merozoit menyerang sel darah merah pada semua umur. P. falciparum memiliki
tingkat parasitemia yang tinggi dibanding malaria lainnya. Sel darah yang
mengandung parasit ditemukan dalam jaringan yang paling dalam seperti limpa dan
sumsum tulang pada waktu schizogony. Pada waktu gametocyt berkembang, sel darah
tersebut bergerak menuju sirkulsi darah perifer, biasanya terlihat sebagi
bentuk cincin.
Schizont sering ditemukan pada darah perifer, fase erytrocyt ini
memakan waktu sekitar 48 jam. Pada kondisi yang berat, saat terjadi parasitemia
ditemukan lebih dari 65% erytrocyt mengandung parasit, tetapi biasanya pada
kepadatan 25% saja sudah menyebabkan fatal.
Malaria tropika adalah jenis malaria
yang paling ganas dan mematikan yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum
yang di tularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles.
. Plasmodium falciparum
|
tropozoit
|
Skizon
|
|
Bentuk cincin (Ring stage)
|
Gametosit
|
-
Malaria
Tertiana - Plasmodium vivax | Jenis-jenis Malaria
Malaria tertiana disebabkan oleh parasit
Plasmodium vivax yang ditularkan oleh penyakit Anopheles. Spesies Plasmodium
vivax ini menyebabkan penyakit “Malaria tertiana benigna” atau disebut
malaria tertiana. Nama tertiana adalah berdasarkan fakta bahwa timbulnya gejala
demam terjadi setiap 48 jam. Nama tersebut diperoleh dari
istilah Roma, yaitu hari kejadian pada hari pertama , sedangkan 48 jam kemudian
adalah hari ke 3.
Penyakit malaria
tertiana banyak terjadi di daerah tropik dan sub tropik. Hampir 43% kejadian
penyakit malaria disebabkan oleh Plasmodium vivax. Proses
schizogony exoerytrocytic dapat terus terjadi sampai 8 tahun, disertai dengan periode relaps, disebabkan oleh terjadinya invasi baru
terhadap erythrocyt. Kejadian relaps terciri dengan pasien yang terlihat normal
(sehat) selamaperiode laten. Terjadinya relaps juga
erat hubungannya dengan reaksi imunitas dari individu.
Plasmodium vivax
hanya menyerang erytrocyt muda (reticulocyt), dan tidak dapat menyerang/tidak
mampu menyerang erytrocyt yang masak. Segera setelah invasi kedalam erytrocyt
langsung membentuk cincin., cytoplasma menjadi aktif seperti ameba membentuk
pseudopodia bergerak ke segala arah sehingga disebut “vivax”.
Malaria
Tertiana yang
disebabkan oleh parasit Plasmodium vivax memunculkan gejala malaria seperti
demam setiap tiga hari sekali. Malaria tertiana termasuk jenis penyakit malaria
yang tidak berbahaya, tetapi jika tidak dirawat dapat juga merengut nyawa
Plasmodium vivax
|
Gametosit
|
Skizon
|
|
Tropozoit
|
Granula Schuffners
|
Malaria quartana – Plasmodium malariae
Malaria quartana disebabkan oleh infeksi
parasit Plasmodium malariae. Penyakit malaria quartana menyerang setiap
72 jam. Hal tersebut di kenali sejak jaman Yunani, karena waktu demam berbeda
dengan parasit malaria tertiana. Pada tahun 1885 Golgi dapat membedakan antara
demam karena penyakit malaria tertiana dengan malaria quartana dan memberikan
deskripsi yang akurat dimana parasit tersebut diketahui sebagai Plasmodium
malariae
Plasmodium
malariae adalah parasit cosmopolitan, tetapi distribusinya tidak continyu
di setiap lokasi. Parasit sering di temukan di daerah tropik Afrika, Birma, India, SriLanka, Malaysia, Jawa, New Guienia dan Eropa. Juga
tersebar di daerah baru seperti Jamaica, Guadalope, Brazil, Panama
dan Amerika Serikat. Diduga parasit menyerang orang di jaman dulu, dengan
berkembangnya perabapan dan migrasi penduduk, kasus infeksi juga menurun.
Schizogony
exoerytrocytic terjadi dalam waktu 13-16 hari, dan relaps
terjadi sampai 53 tahun. Bentuk erytrocytic berkembang lambat di dalam darah
dan gejala klinis terjadi sebelumnya, dan mungkin ditemukan parasit dalam ulas
darah. Bentuk cincin kurang motil daripada P. vivax, sedangkan cytoplasma lebih
tebal. Bentuk cincin yang pipih dapat bertahan sampai 48 jam, yang akhirnya
berubah bentuk memanjang menjadi bentuk “band” yang mengunpulkan pigmen
dipinggirnya. Nukleus membelah menjadi 6-12 merozoit dalam waktu 72 jam.
Tingkat parasitemianya relatif rendah sekitar 1 parasit
tiap 20.000 sel darah. Rendahnya jumlah parasit tersebut berdasarkan fakta
bahwa merozoit hanya menyerang erytrocyt yang tua yang segera hilang dari
peredaran darah karena didestruksi secara alamiah. Gametocyt mungkin berkembang
dalam organ internal, bentuk masaknya jarang ditemukan dalam darah perifer.
Mereka berkembang sangat lambat untuk menjadi sporozoit infektif.
Malaria quartana yang disebabkan oleh infeksi Plasmodium malariae ini merupakan jenis
penyakit malaria yang tidak terlalu banyak terdapat di dunia. Hanya 7% nya saja. Namun begitu tetap saja penyakit ini berbahaya.
Plasmodium Malariae
|
tropozoit
|
merozoit (rosset)
|
|
Bentuk Pita (band)
|
Skizon
|
-
Perbandingan
gambaran Sedian darah tepi sedian hapus tipis pada masing-masing parasit
Plasmodium.
-
Gambaran darah tepi pada sedian
hapus tipis dan tebal